HIGHLIGHT PUISI

Puisi | Aduan Hati dan Pesan Bekas Luka Itu

20 Mar 2017 | 09:21 Diperbarui : 20 Mar 2017 | 09:47 Dibaca : Komentar : Nilai :
Ilustrasi: manggar.wordpress.com

Berceritalah paku itu
yang ditancapkan di derita pohon
Dipukul dipalu oleh sang pemaku,
meluah syahwat kemarahan

Kepala paku dirampas kesakitan,
kakinya dipaksa masuk ke batang pohon,
esoknya batang pohon ikut ringis
lusanya sang paku di bujur kaku-karat

Aduan hati tertanam di hati paku
Pohonlah yang akan disisakan jejak
Lihatlah, paku dicabut paksa,
bekas luka tak sanggup bersembunyi

Kepada yang berlaku pemberi luka
Pohonkan maaf setiap lowong
Tak menghapus luka-luka itu
Tapak-tapaknya menyengsara

Jadi berhentilah mengintai siapa pencipta kata luka,
pilu dan sendu. Karena itu tanya sia-sia!
Beranjaklah ke jalan menuju sembuhnya
Hingga airmatamu berjumpa tetesan sesal

Moga sesalmu,
permulaan dari tumbuhnya pohon kebaikan
Karena kini, aku mulai merindukanmu lagi
Hanya saja, aku masih dipaku lelah

--------------------
Makassar, 20 Maret 2017
@m_armand fiksianer
powered by kompasiana

Muhammad Armand

/arsyadrahman

TERVERIFIKASI

and The People Choice at Kompasianival-Jakarta, Sultan Hasanuddin University, Makassar-South Sulawesi-Mandar-Moslem, Planet Kenthir, Fiksianer, Public Health, Anthropology, Health Psychology
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.