CERPEN

Mantan adalah Bagian Cerita Indah Hidupmu

18 Feb 2017 | 00:47 Dibaca : Komentar : Rating :
(Sumber:http://az616578.vo.msecnd.net/files/2016/07/16/636042819179813630-911037899_yazyiki-lyubvi.jpg)

Gue mau cerita nih, di #ValentineDiFiksiana.

"Cinta itu seperti air putih, lo ga bisa jelasin artinya, lo ga bisa jelasin rasanya seperti apa, lo hanya bisa merasakannya.", Inilah ungkapan yang selalu gue ucapkan ketika ditanya,"Cinta itu apa sih? apa sih rasanya cinta itu?." Karena yang namanya cinta itu memang tak bisa diucapkan dan dijelaskan oleh mulut, namun hanya bisa dirasakan oleh hati. Tapi, mungkin gue akan jawab seperti ini, "berbicara soal cinta, cinta itu seperti pedang bermata dua. Cinta bisa membuat lo seneng, tapi cinta juga bisa membuat lo sedih. Itulah cinta. Karena lo ga akan tau rasanya cinta kalau lo belom pernah punya pacar!." Ya, terkesan kasar, namun memang begitu adanya dan begitu faktanya. Bicara soal cinta tak akan ada habisnya.

Cinta, sesuatu yang selalu membuat gue seneng, sekaligus bisa juga buat gue galau tujuh keliling. Tapi, ada hal lain yang menarik untuk dibahas selain cinta, satu hal yang selalu dibenci, tak mau diingat lagi, tapi selalu asyik untuk diceritakan, yaitu mantan. Mantan itu seperti lagu slank, "i miss you, but i hate you". Gue selalu tertarik dan antusias kalau bicara dan berdiskusi mengenai cinta dan mantan. Maklum, namanya juga cowo. 

Inilah cerita gue tentang mantan, memilukan, tapi gue udah bilang, gue selalu seneng bicara tentang cinta dan mantan.

Beberapa tahun lalu, waktu gue masih duduk di bangku sekolah, gue hanyalah anak polos, ga ngerti apa itu pacaran, apalagi mantan. Kerjaan gue cuma belajar dan belajar. Hobi gue? makan, main game, tidur. Teman gue di sekolah pun sedikit. Ya, namanya juga anak polos, ga tau mau ngapain di sekolah selain belajar, dan siapa yang mau berteman dengan orang polos? jarang sekali. 

Namun, entah mengapa, satu hari, ketika hari pertama masuk sekolah setelah kenaikan kelas, ada satu anak kelas gue yang begitu sangat sangat menarik perhatian. Gue tau dia anak baru di sekolah gue. Dan entah, dari saat itulah otak dan pikiran gue berubah. Hampir tiap malam gak bisa tidur, entah mengapa, gue kira lagi ga enak badan, dan ternyata, gue kepikiran anak baru di kelas gue itu. Ya, daripada penasaran, perlahan tapi pasti, gue dekati anak baru itu, dia belum punya teman di sekolah barunya ini. 

Pertanyaan pertama dari mulut gue, "h...a..i.. siapa namanya?.", anak baru itu menjawab,"Cindy", jawabannya seakan getir dan dingin. Gue ga nyerah. Gue cari cara lain supaya gue bisa deket sama dia. Satu ketika, kebetulan gue ada tugas sekolah dan harus berkelompok, tanpa pikir panjang, gue langsung ajak Cindy untuk jadi bagian dari kepompok gue. Dan seakan tak percaya, Cindy menerima ajakan gue. Hampir tiap hari, gue, kelompok gue dan tentunya Cindy selalu berkumpul sepulang sekolah untuk membicarakan penyelesaian tugas ini. 

Hari demi hari gue lewati, tugas pun sudah selesai, tapi..... pendekatan ke Cindy belum selesai. Dia masih dingin ke gue. Bahkan ke teman kelas lainnya. Yap, terlintas dipikiran gue untuk mengajak dia makan di kantin. Gue ajak dia ke kantin saat istirahat, sekitar jam 11.00 pagi. Dia gak ngomong apa-apa, tapi langsung ikut gue ke kantin. Di kantin, gue coba cari topik pembicaraan. Namanya juga anak polos, kerjaannya makan, main dan tidur, ya ga biasa untuk ngobrol sama orang. Dan baru kali itu gue yang mulai pembicaraan dengan orang. pertanyaan polos gue ke dia, "makanan yang lo makan itu enak?", dia jawab, "lumayan, rasanya seperti nyokap gue bikin." dan gue juga tanya-tanya tentang pelajaran, guru, dan sekolah dia yang sebelumnya. Disini gue seneng banget. Gimana ga seneng, akhirnya dia ngobrol panjang sama gue.

Ya, setiap hari, gue ajak dia makan ke kantin, kalau-kalau dia bawa makan dari rumahnya, gue akan duduk di sebelahnya buat temenin dia makan. Pembicaraan pun semakin dekat, semakin akrab. Namanya juga anak sekolahan, apalagi gue masih tetap polos walau udah berubah dikit, pacarannya ya cuma di sekolah, ga ke mall atau makan di restoran. Hingga suatu ketika, gue udah mulai peka dan ngerti apa itu pacaran, akhirnya gue memberanikan diri untuk ajak dia ke sebuah mall. Dia mau, dan akhirnya kami bertemu di sebuah mall, lalu gue ajak dia masuk ke satu restoran disana. Dan disana pun, gue memberanikan diri untuk ......... tembak dia! Gugup pastinya. Dan kalau ditolak? Pasti galau 7 hari 7 malam, atau mungkin lebih. Tapi gue coba. Dan hasilnya...... Gue diterima! Yes! Dan inilah kisah pacaran gue dimulai. Always together, khususnya di sekolah. Hari-hari gue jalani bersama dia. Belajar bareng, dan tentunya seperti dulu, makan bareng.

Hingga satu ketika, terjadi kesalahpahaman antara gue dan dia. Dia anggap gue cuek. Ya, saat itu memang gue sedang stress dengan ujian khir semester. Gue ga ada waktu untuk sms (belum ada b*m atau LI*E, ya) kalo gue lagi belajar. Tapi, alasan gue itu ditolak, dan akhirnya gue dan dia putus. PUTUS! Setelah putus, gue merasakan sesuatu yang sangat berbeda, ada yang hilang, jelas, biasa ke kantin bareng, belajar bareng, sekarang? belajar sendiri, ke kantin sendiri. 

Dan inilah bagian yang paling gue ga suka kalo cerita tentang mantan dan cinta. Lama tak jumpa karena dia dan gue pindah ke sekolah berbeda, beberapa tahun kemudian, gue dan dia sempat berpapasan di mall tempat gue nembak dia dulu. Tapi, ngenes! dia sudah menggandeng pacar baru, sedangkan gue? Tetap sendiri! Mungkin seperti lagu Kunto Aji "terlalu lama sendiri", Tapi ,tak masalah, gue gak sapa dia, jadi gak malu-malu banget! Seandainya gue sapa, mungkin dia akan tertawa dalam hati dan berkata, "YAH ELAH, MASIH SENDIRI BRO?! SEDIH.." nah daripada dia berpikiran seperti itu, lebih baik gue yang gak liat dia.

Tapi, gue tetap bersyukur, dialah pacar dan mantan pertama gue, sesaat setelah putus, otak ini selalu memikirkannya. Tapi, ya gue coba ikhlas, gue coba melepaskan dia. Karena kita tidak akan pernah lupa dengan orang yang pernah menjadi orang spesial di hidup kita, yang ada, kita hanya bisa mengubah pandangan kita terhadap orang yang pernah spesial tersebut. Jelas, seperti lagu Dewa19, "Kangen", itulah perasaan gue, tapi kembali lagi, gue mencoba ubah pandangan, dari memandang dia sebagai orang spesial, menjadi orang yang pernah spesial.

Ya, inilah kisah 'per-mantan-an' gue. Lucu, unik, seneng, sedih, galau.

#ValentineDiFiksiana.

Dalvin Steven

/anj

TERVERIFIKASI

"Semangat dapat melebarkan peluang kita untuk berhasil, namun kalau tidak ada semangat, peluang untuk berhasil dipastikan tidak ada." -DS- Tangerang, 21 September 1997
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.