CERPEN

Prosa Lirih Buat....

20 Apr 2017 | 17:47 Diperbarui : 20 Apr 2017 | 18:12 Dibaca : Komentar : Nilai :

Kubuka laci meja tua yang mulai keropos dengan tangan letih, diary yang penuh dengan uneg-uneg ku itu kubuka dan aku mulai menulis.

Diary, 28 Mei 2008

Prosa Lirih Buat ....

Aku ingin menulis ...menulis tentang banyak hal kepadamu. Tetapi aku tidak tahu kepada siapa tulisanku akan kutujukan. Aku juga tidak tahu kemana tulisanku akan kukirimkan. Semua terasa jauh..sepi dan menjemukan.

Hari-hari seperti sebuah lingkaran, melaluinya tanpa ada perubahan. Pagi...siang...malam, dengan rutinitas sama berulang-ulang. Entah kapan, hanya menunggu saat titik henti itu tiba.

Aku ingin menulis ...menulis tentang banyak hal kepadamu. Tentang cinta, tentang kekasihku. Ah...bukan dia bukan kekasihku, dia temanku yang kutemui tanpa sengaja dari sebuah ajang chating di suatu malam ketika aku kesepian. Zaman internet semua terasa dekat, kita bisa bergaul dengan siapa saja, menjadi siapa saja dan kapan saja. Bermula dari kesamaan yang kebetulan, sama-sama kesepian, kita berdua merajut mimpi, harapan dan kenangan.

Tapi itu tidak berlangsung lama, ketika kutawarkan diri untuk jadi kekasihnya, setelah kukirimkan selembar foto diriku padanya. Dia menolakku. Ya wajarlah…kalau dia menolakku karena aku memang tidak cantik, tapi kata ibuku aku manis. He he he…

Aku marah…tapi pada siapa? Pada tuhan ?oh…bagaimana aku bisa marah padaNYA, sudah terlalu banyak karunia yang kuterima dariNYA dan aku masih marah padaNYA? Tidak !!!!aku tidak seberani itu.

Jika wajahku tidak cantik, bukan salah ibuku mengandung atau bapakku…tidak ada yang salah, karena itulah hidup, terima saja apa yang kau terima hari ini karena itu adalah bagian kita, yang diberikan Alam oleh Allah SWT. Dalam hal ini aku tidak menyalahkan siapapun, aku sudah biasa ditolak jadi tidak terlalu menyakitkan lagi bagiku, meskipun masih juga sakit sih..

Mata yang terbiasa menentang cahaya matahari tidak akan gentar memandang cahaya lampu, jadi aku mencoba menikmati penolakan itu, dengan menghapus nomer HPnya dari daftar kontakku. Masanya sudah berlalu.

Kau tahu, kenapa orang merasa kesepian?

Setelah waktu yang berlalu aku baru tahu jawabannya, tapi itupun tak membuatku merasa senang. Aku masih kesepian….

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.