PUISI

Telaga Biru

19 May 2017 | 04:22 Diperbarui : 19 May 2017 | 04:49 Dibaca : Komentar : Nilai :

Cinta dan hadir'mu seperti ombak di lautan

Kadang datang, kadang pergi

Tak pernah pasti!

Kadang kau memanggil terlebih dulu

Kadang tak pernah terdengar suara'mu dalam waktu yang lama

Kalau itu cinta

Bila itu butuh

Kenapa kau tak peduli?

Apakah buat kamu cinta itu sekedar kata?

Cukup dengan mengirim bunga?

Kalau itu yang kau pikirkan..

Hentikan sudah cerita ini!

Selamat tinggal hutan yang terlihat..

Temani saja gunung yang menghias lautan itu..

Aku pergi untuk mendirikan sendiri rumah kayu'ku

Berdiam diri di tepi telaga biru

Berteman bintang di langit

angelicha indra

/angelicha

" menuangkan sebaris kata menjadi sebuah kalimat mampu terbangkan secuil lara "
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.