HIGHLIGHT PUISI

Pak Tua dan Lamunan Masa Senja

20 Apr 2017 | 17:52 Diperbarui : 20 Apr 2017 | 18:03 Dibaca : Komentar : Nilai :

Hai pak tua..

Aku menemukanmu lagi sore ini

Duduk seorang diri di bangku kayu lapuk, diantara rimbunnya bunga

Apakah yang kau lamunkan?

 

Kamu tak pernah tahu..

Bahwa aku juga hadir di tempat ini

Bersembunyi dibalik besarnya batang pohon

Mencuri pandang padamu..

 

Aku melihat.. kau pandangi indahnya pegunungan nun jauh di sana

Sesekali kau pejamkan matamu

Adakah kau rindukan aroma hutan itu?

Ataukah kau ingin menjadi bagian darinya?

 

Pak tua.. mungkin kau ingin menghabiskan sisa hidupmu dalam keheningan

Jauh dari bisingnya suasana kehidupan di kota

Jauh dari kesombongan duniawi

Lepas dari mereka yang selalu berlomba menjadi yang paling hebat

 

Pak tua..

Andai itu impianmu.. akankah kau pergi seorang diri?

Bolehkah aku menemanimu?

Menjadi teman masa tuamu?

 

Akan ku tanam aneka sayuran

Ku kumpulkan kayu bakar untuk perapian kita

Dan kau pergi untuk mencari ikan di sungai

Lalu aku buatkan sup hangat untukmu

 

Akan aku nyalakan api di tungku

Agar cahayanya menerangi rumah kayu yang kau bangun untuk tempat tinggal kita

Bercengkerama di beranda ditemani suara alam

Sebelum kita melalui malam dalam tidur

 

Ah.. semoga saja impianmu sama seperti mimpiku

angelicha indra

/angelicha

" menuangkan sebaris kata menjadi sebuah kalimat mampu terbangkan secuil lara "
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.