HIGHLIGHT HEADLINE PUISI

Puisi | Orang-orang yang Selamat dari Mimpi Kecilnya

20 Mar 2017 | 23:53 Diperbarui : 21 Mar 2017 | 20:37 Dibaca : Komentar : Nilai :
ilustrasi: vemale.com

Nanti aku akan merasakan sakit apa yang kaurasakan, karena terlalu dalam menggunting kuku jarimu sendiri dan tak ada ambulan yang menolongmu, hingga kau merasa sudah sembuh.

Kau akan sembuh, dan aku akan menyerahkan sakit kepalaku pada bantal dan mimpi-mimpi putih yang tak mengenal sidik jari. Nyenyaklah. Kepada yang sehat, selagi yang sakit berangkat tidur untuk menyembuhkan luka-lukanya.

Tak ada orang yang betul-betul tahu, apa yang mereka mau. Selain menjadi anak tujuh tahun saat mendapati diri mereka merangkak seperti anak kadal, masuk ke dalam selimut dan bantal, demi menjamin hatinya turut bergetar tiap kali ingin bermimpi masa kecilnya, yang murni dan belum tercemar.

Akhirnya doa mereka benar. Hidup ini terlalu dingin
Seperti kutukan kabut kepada yang semuanya dibuat meringkuk  dalam selimut, dan tak ada yang bisa disebut sebagai rasa cemas sebab Tuhan menjamin begitu bersama orang-orang yang amin, kita akan selamat. Dari rindu yang tak pernah bisa kita ralat.  

Ajibarang, 20 Maret 2017

Andi Wi

/andiwi

TERVERIFIKASI

_____Hei... Perkenalkan. Saya perangkat model lama yang selalu dalam tahap perbaikan agar enggak mudah chaos. Penulis buku: Ritual Lima Menit. Yep, kamu bisa mendapatkannya melalui langsung ke penerbit. Kirim saja keperluanmu ke: jentera.pustaka@gmail.com atau sms ke: 0852 1212 1329. Nanti biar saya balas kalau ada gratisan_____ Kunjungi: ommoco.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.