HIGHLIGHT HEADLINE PUISI

[Puisi] Cara Lain Mencintaimu

05 May 2017 | 16:19 Diperbarui : 11 May 2017 | 23:40 Dibaca : Komentar : Nilai :
ilustrasi: shuttershock

Puisi yang kutulis mungkin
tak pernah bisa memenjarankanmu
yang licin
dan gingsul itu

dengan cara paling lelap
kubebaskan engkau
bagai suasana lain
yang terperangkap uap jendela
sedikit gerimis,
gerobak sayur langganan ibu,
atau raungan asap kendaraan di hari minggu

kubayangkan engkau lampu jalan
setangah mati
menunduki sisa-sisa
bayang-bayangmu sendiri

menjelang pagi
aku mengaku sehelai daun yang
tumpah di antara kaki-kakimu yang
tak pernah menemukan titik balik itu.

lantas, engkau yang liberal
kubebaskan sekali
menyerap seluruh kenyal aku
bagai gombal membersihkan air
kencing, kemenakan yang baru
belajar sesuatu sederhana
yang siap engkau pesingkan
dengan cara yang
paling tidak sederhana.

kini, berbahagialah
demi dirimu sendiri sebab
ada aku di sini

tentang seorang yang kaucintai
karena entah untuk apa
kau sendiri mencintainya
dengan sempat, hampir
tergesa-gesa, dia mungkin
akan datang sedikit terlambat.

Tapi berbahagialah
sebab kau masih
dan akan tetap seperti itu
sejak mula dilahirkan
untuk mengganti kata menunggu.


Omah Moco, 05 April 2017 

Andi Wi

/andiwi

TERVERIFIKASI

_____Hei... Perkenalkan. Saya perangkat model lama yang selalu dalam tahap perbaikan agar enggak mudah chaos. Penulis buku: Ritual Lima Menit. Yep, kamu bisa mendapatkannya melalui langsung ke penerbit. Kirim saja keperluanmu ke: jentera.pustaka@gmail.com atau sms ke: 0852 1212 1329. Nanti biar saya balas kalau ada gratisan_____ Kunjungi: Omahmoco.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.