PUISI

Obituarium

17 Feb 2017 | 09:17 Diperbarui : 17 Feb 2017 | 08:30 Dibaca : Komentar : Rating :
Dokumen Pribadi

HELAI daun menjerbak di antara sumilir angin musim kemarau
matahari pun pucat kesi di ufuk barat, mimiknya jerau
jauh di batas laut, kapal menderum menuju bibir embarau

Jangan jerungkung meski kabut duka sarat merubung ruang jiwa
marem tak serupa muram bila kekasih hati telah tiada
tahukah kau penawar paling mujarab atas sakit dalam asmaraloka?

Bagi si gila, bersua Laila belum cukup sembuhkan nestapa
ruang batin yang dibiarkan kosong laun roboh tak berdaya
tak perlu jerang perasaan dua sejoli, sebab asiri adanya
Yogyakarta, 02 November 2016

Silakan baca sajak saya yang lain: MENAKAR JARAK

Anam Khoirul Anam

/aname_19

TERVERIFIKASI

Pegiat dalam sajak 9 kata di tiap larik, disusun 3 larik dan terdiri atas 3 bait. |Tanpa gubah dan roh, kata-kata hanya menjadi abjad mati.|
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.