NOVEL

P.E.R.B.U.R.U.A.N

19 May 2017 | 20:22 Diperbarui : 19 May 2017 | 20:38 Dibaca : Komentar : Nilai :

Dok.alsayyidja
Semi Mini Novel prosa liris ini sebentuk kenangan kecil untukmu pejuang perubahan negeri ini. Aku hanya akan menulis sedikit realita tentang negeri ini yang terantuk batu keci riak gelombang politik haru biru sejak reformasi dan jatuhnya Soeharto 19 tahun lalu bukan tentang kenyataan politik yang serasa terbalik tetapi aku yakin aku dan kamu merasakan 19 tahun bukanlah waktu yang tidak bisa dilupakan tetapi nyata!

1. Aku pernah tersenyum ikutimu 32 tahun lalu

2. Waktu ternyata berubah

3. Perebutan kuasa dan kekuasaan

4. Makan malam yang tidak gratis

5. Orde resah hati

6. Kaos itu

7. Nyanyian sunyi

8. Waktu terbelah

9. Pemimpin yang bingung

10  Orde infrastruktur

 

Bagian 1.

Aku pernah tersenyum ikutimu 32 tahun lalu

Kamu dan aku seakan tidak tahu mengapa takdir reformasi itu selalu menjadi hari pembebasan "kaum" demokratis aku tidak akan tulis mengapa Soekarno jatuh karena orla tidak dibutuhkan lagi dan kenapa Soeharto juga jatuh karena orba tidak di maui lagi. Ini tentang rasa dan perasaan ini tentang kesempatan untuk raih kuasa dan kekuasaan yang diperebutkan olehku kamu dan kaliamln! Aku tidak mau cari pembenar diantara rezim kuasa dan kekuasaan sampai presiden ke tujuh ini semua seakan stagnan, pahlawan reformasi seakan menangis sedih bila lihat semua ini apakah kamu tahu ?

Ini tentang rasa bagaimana pandawa harus dibuang ke hutan karena ulah licik kurawa inilah kita Indonesia sekarang dalam musim berburu yakni Perburuan bukan di hutan belantara tetapi sudut-sudut kota perburuan dan desa lebih kelihatan lagi kuasa keuasaan lama yang di munculkan lagi oleh pemerintahan yang cenderung kembali becinta dengan negeri-negeri berhaluan kiri RRT ya Cina semua seakan nyata adanya percepatan infrastruktur demi ekonomi dan penangkapan para tokoh atas nama makar seakan nyata perburuan itu benar adanya!

"Kog angel ya?" Tanya lik mo padaku

"Gas angel sulit lik?" Balik ku bertanya padanya

"Nggih mas..ajeng pasa (mau puasa)"

"Maklum saja lik ..."jawabku singkat

Semua akan nyata atau ilusi harusnya kamu tahu perasaan rakyat jelata dengan program mercusuarmu dan apalah itu mengapa pula subsidi listrik itu dicabut alasan pemerataan katamu tetapi inilah nyata tetap berat bagiku dan kami!

SAYID JUMIANTO, S.PD

/alsayidjumianto

TERVERIFIKASI

****menulis adalah memulai perubahan>>>> Menjadi guru yang mulai menulis lagi Senang membaca dan mengajar serta berbagi ilmu untuk semuanya dimana saja
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.