PUISI

Kepada Rindu itu

02 Dec 2016 | 17:36 Dibaca : Komentar : Rating :

Kepada rindu itu

selayak memandang ruang sastra tanpa batas

walau terlahir wujud seutuh puisi

dan hanya ukiran-ukiran pena rahsa sanubari

 

Kepada rindu itu

seperti erat menggenggam urat jari-jari hujan

hingga tersentuh kebasahan murni rerintiknya

dan sekedar membaui aroma dingin tanah usai bera

 

Kepada rindu itu

rindu dari napas hidup wajah pendulang kesunyian

teruntuk rona senja yang masih berkilauan

dan puisi dicipta, hanya sebagai penderma rahsa kecintaan--

terlebih, penghapus embun dari mata nan berkesedihan.

Alpaprana

/alpaprana

VERIFIED

Jika arwah sang penyair, dan setumpuk kesedihan pecinta sastra mengalir di urat nadi, maka ijinkanlah aku mencumbui setiap mata yang membaca rangkaian kalam rahsa alpaprana (aksara biasa), sampai terbenamnya bahasa penaku di keabadian sulbi makhluk berkulit tanah, sebelum tiupan sangkakala memanggil, menyentuh udara kiamat, hingga membangunkan seisi jagad raya.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.