HIGHLIGHT HEADLINE PUISI

Puisi | Cahaya

01 Jun 2017 | 20:38 Diperbarui : 01 Jun 2017 | 23:19 Dibaca : Komentar : Nilai :
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Gigil embun berkabar dari rahim musim berjatuhan sepi
Kunang-kunang dan tebaran bintang sembunyi
Orang-orang bimbang menunggumu datang kembali
Ke arah entah mereka berlari
~
Datanglah pada si fakir ini  
Setiap dada terasa sunyi
Dan jangan kami kau jauhi
Di belukar malam kami mencari  
~
Kapan kau menampakkan diri
Cahaya di tangan hampir mati
Lihatlah jelaga di sekujur tubuh kami
Datanglah seperti air, kami ingin mandi meski itu tak membuat kami kembali suci

Alang Alang

/alangalang

TERVERIFIKASI

ndeso
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.