HIGHLIGHT PUISI

Perempuan Hujan II

16 Feb 2017 | 20:05 Diperbarui : 16 Feb 2017 | 20:15 Dibaca : Komentar : Nilai :

Apa kau dengar bisik hujan
Di sana gelisah di tebarkan
Di sana malam menulis bahasa yang susah dibaca
Rindu pada yang tak ada, tipis cinta dan dosa
~
Kelebat kilat memberi warna
Menyudahi sekat sekat bahasa
Bisakah kau temukan tajam sepi ?
Di sana sajak sajak sembunyi
~
Kilat kedua putih terang,  menunjukkan jalan pulang
Menuju rumah melintasi ambang bimbang
Berkemaslah, malam tak begitu lapang, hujan tlah mengangkut sunyi :
Jalan pulang, segurat luka, gerimis di lembaran kertas

Alang Alang

/alangalang

TERVERIFIKASI

ndeso
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.